TV Borobudur



Champs sur Marne, almost end of winter.
Musim dingin harusnya berakhir 23 hari lagi, tapi cuaca ngga juga menghangat. Empat hari terakhir ini salju terus turun, membuat mantel hitamku berbintik-bintik putih saat aku berjalan di bawahnya.
Hari ini pesta ulang tahun grande tantine, alias budhe-nya Jeff. Banyak banget foto session, dan adik, kakak sampai papanya Jeff bilang kalau aku selalu keliatan bagus di kamera, dan tau kapan harus ngeliat ke arah kamera meski ada lebih dari satu kamera yang mengambil gambar di saat hampir bersamaan.
Mereka bikin aku ingat saat-saat on air di TVB. Aku jadi kangen floor director-ku, mbak Ita, kangen para kameramen, kru on-air di TVB...apa kabar semuanya?

Mereka membuat kamera dan suasana shooting terasa akrab. Ngga seperti saat-saat pertama aku belajar di SCTV, saat kamera disebut-sebut sebagai perwakilan mata jutaan pemirsa, di TVB aku bisa menatap lensa kamera dengan nyaman.

Di TVB, tak pernah ada kata-kata buruk yang menjatuhkan mental penyiar. Semua begitu bersahabat sampai aku jatuh cinta pada program yang kubawakan. Meski TV ini ngga sebesar TV-TV nasional, TVB dekat dengan hati orang kebanyakan di sekitarku, di kota kecilku, Semarang.

Di hari bersalju ini, aku kangen kamera, aku kangen lampu-lampu studio, aku kangen acaraku, aku kangen hangatnya senyum teman-temanku. =)

Sekolah Baruku

Meski kuliahku di Indonesia ngga rampung-rampung (huh...memalukan...hehehe), sudah 2 minggu ini aku sekolah lagi. Aku belajar bahasa dan budaya Perancis di Alliance Française Paris.

Lokasi sekolah ini strategis banget. Terletak di Boulevard Raspail No. 101, yang dekat dengan banyak tempat menarik. Jardin du Luxembourg atau taman Luxembourg yang selalu punya berbagai acara seni dan pameran foto, Tour de Montparnasse (liat gedung tinggi di belakangku) salah satu landmark Paris modern, dekat Katedral Notre-dame, Balaikota, Boulevard St. Michel...pokoknya komplit dari tempat klasik sampai modern, tempat nonton pameran sampai shopping...

Ada empatbelas murid di kelasku, dan ngga ada satupun yang umurnya di bawah 25 tahun. Semuanya masih dalam level "niveau debutant" alias new beginner, alias kemampuan bahasa Perancisnya ancur... =)

Ada 3 co lucu plus 1 ce pendiam dari USA yang selalu mengeja tulisan Perancis dengan logat Amerikanya, ada 1 co super serius dari Turki yang sehari-harinya jadi tourist guide buat turis Turki di Paris (keliatannya ngomong Perancisnya lancar, tapi grammarnya ancur...), ada 1 ce pelukis dari Iran, 1 istri diplomat Jepang, 1 ibu rumah tangga asal Vietnam, 1 ce asal Finland yang super pendiem dan sering absen, 1 ce penari asal Brazil yang kerja di pub di Montmartre, ada 1 political scientist asal Mexico, 1 ce misterius dari China, 1 ce asal Surabaya, dan 1 ce asal Semarang, Indonesia...

Guru kami, Madamme Béatrice kreatif banget. Dengan kemampuan bahasa kami yang pas-pasan, beliau harus berjuang keras untuk membuat kami mengerti apa yang diajarkan.

Misalnya, dengan cara seperti ini....

Yup. Role Play!

Di foto itu adaah pelajaran tentang letak suatu benda. "Dave est sous la chaisse"...

Atau, "Dave is under the chair"...hahahahaha....


Yang juga seru dari sekolah lagi adalah... PR!

Hiks. Tiap hari kami dapat PR yang harus dikerjakan. Nggak tanggung-tanggung, PRnya berkisar dari 2 sampai 4 halaman!

AF Paris bukan cuma tempat kursus bahasa Perancis, tapi juga Pusat Kebudayaan. Liat aja tulisan di kaca belakangku.

That's why, ada banyak kegatan buat murid di sini, mulai dari Cine-Club, dimana kita nonton film Perancis berkualitas sekali seminggu di teatre Alliance France dan membahasnya; gratis!

ada juga Resto Club, dimana kita bisa ikut acara makan siang tiap hari dengan menu khas Perancis, ada juga kegiatan tour dari satu pameran ke pameran lain, atau tour ke tempat-tempat unik di Paris.

Selain itu perpustakaannya mendukung banget usaha buat belajar budaya dan bahasa Perancis. Selain buku ada perangkat multimedia mulai dari komputer buat belajar sampai latihan test standard bahasa perancis. Ada juga ruang audiovisual buat nonton film, atau dengerin musik klasik, and they're my favorite place!

Musim Dingin di Paris

ini bukan di dalam stadion...

Hola!
Kalau di Indonesia, balaikota biasanya jadi ajang acara resmi ; upacara, penyambutan pejabat negara...
acara paling nggak resmi yang digelar di balaikota Semarang yang kuingat paling bazaar menjelang hari raya atau pagelaran wayang kulit dan campursari.

Di Paris balaikota punya cerita lain. Di musim panas halaman balaikotanya berubah jadi tempat bermain dengan kotak pasir raksasa.

Program ini termasuk dalam program Paris Plague, atau "pantai Paris". Anak-anak datang dengan membawa sekop plastik, dan bisa main pasir sepuasnya, sementara tepi sungai Seine di arrondisement* 5 jadi tempat berjemur, persis kaya di pantai.

Nah, di musim dingin, halaman balaikota Paris diubah jadi seperti ini...


....arena ice skating!
lengkap dengan igloo di belakangnya...